Pengawasan Pemerintah Dilakukan Demi Perlindungan Pelanggan

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tak pernah berhenti meningkatkan pengawasan barang beredar atas produk non-pangan maupun pangan. Disamping buat melindungi customer, pengawasan secara berkesinambungan mau menciptakan iklim usaha yang sehat di Tanah Air. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi kesempatan memposting hasil pengawasan barang beredar serta jasa di kantor Kementerian Perdagangan pada Januari 2013.

“Pengawasan tersebut juga dilaksanakan guna mendorong peningkatan produksi juga penggunaan produk di dalam negeri serta mencegah distorsi pasar dari peredaran produk impor yang tak cocok dengan persyaratan yang legal ,” kata Wamendag.

Sementara tsb, Dirjen Standardisasi and Perlindungan Customer Nus Nuzulia Ishak juga berpendapat tidak beerbeda. Menurutnya, peran pengawasan pemerintah di dalam mengatur barang beredar juga jasa senantiasa dilakukan agar kualitas perlindungan customer meningkat. Kesempatan ini saja masih banyak barang juga jasa yang beredar di anda yang membelakangi persyaratan pemerintah. Dan berusahalah menjadi Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen.

Setidaknya, pada pengawasan Tahap VI yang dilaksanakan selama bulan November – Desember 2012 sesudahnya pernah ditemukan 100 produk yang disangka tdk sesuai tata cara yang sahih . Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, dari seratus barang tersebut sebanyak 8 produk di antaranya diduga melanggar ketentuan terkait Standar Nasional Negara Kita Indonesia (SNI), 29 produk diduga menyalahi syarat Manual & Kartu Garansi (MKG), 62 produk disangka melanggar syarat label di dalam Bahasa Negeri Kita , serta 1 produk yang tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya.

Sementara hasil pengawasan yang dilakukan oleh Kemendag secara keseluruhan selama kurun kesempatan thn 2012 sudah ditemukan 621 produk yang diduga tak memenuhi syarat. Jumlah temuan ini bertambah sebanyak 28 produk dibandingkan tahun 2011. Dari temuan itu 61% yaitu produk impor serta 39% adalah produksi dalam negeri.

Berdasarkan jenis pelanggarannya bernilai 34% produk disangka menyalahi peraturan SNI, 22% disangka melanggar MKG, 43% dikira menyalahi ketentuan label di dalam Bahasa Negeri Kita , serta 1% dipikirkan tidak memenuhi aturan produk yang diawasi distribusinya.

Sedangkan menurut kelompok produk yang disangka tdk memenuhi tata cara, sejumlah 39% adalah produk elektronika dan alat listrik, 20% produk alat rumah tangga, 13% produk suku cadang kendaraan, serta sisanya yaitu produk bahan bangunan, produk makanan minuman and Tekstil & Produk Tekstil (TPT).

Adapun langkah-langkah yang pernah diambil sebagai tindak lanjut dari temuan itu, merupakan buat pelanggaran pidana, berjumlah 2 produk sudah dilimpahkan ke Kejaksaan (P21), 3 produk tak diijinkan dilanjutkan sebab tersangkanya meninggal dunia, dan beberapa produk masih dalam penyidikan.

Sementara guna pelanggaran administrasi, telah dilakukan pemberian peringatan tertulis kepada para pelaku kerja dari 348 produk, permintaan penarikan 8 produk, pembinaan terhadap asosiasi, serta pemanggilan para pelaku usaha guna keperluan penyidikan & pengumpulan keterangan.

Wamendag menjelaskan bahwa sebagai desain upaya mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih optimal, Kemendag pernah menetapkan 2 sasaran program pengawasan produk beredar di th 2013.

Pertama, Kemendag akan menaikan efektifitas Pengawasan barang Beredar di wilayah perbatasan melalui kegiatan Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB), penyelenggaraan pengawasan rutin, crash program, pengawasan implementasi label di dalam Bahasa Negara Tercinta Indonesia & MKG, serta pengawasan distribusi.

Kedua, Kemendag ingin mengoptimalisasi penegakan UU melalui perbaikan mutu koordinasi aparat penegakan undang-undang & pendampingan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) di daerah.

Related posts:

  1. Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>